Pemain muda yang diramalkan akan menjadi bintang di dunia sepakbola selalu menarik untuk diperbincangkan. Pada paruh kedua musim kompetisi Eropa musim ini; beberapa pemain muda mulai memperlihatkan harapan akan kemampuan menjadi pemain bintang di masa depan. Beberapa pemain muda bahkan telah menjadi bagian dari tim senior dan tampil secara reguler. Sedangkan beberapa pemain muda lain memberi kejutan menarik setiap kali mendapat kesempatan berada di lapangan. Berikut ini beberapa pemain muda yang diprediksi akan berkembang menjadi pemain bintang di masa depan.

Moise Kean ( Juventus )

Setelah kehilangan seorang Paul Pogba di awal musim ini; Juventus sepertinya akan segera mendapatkan pemain muda hebat sebagai pengganti pada diri seorang Moise Kean. Penyerang berusia 16 tahun tersebut telah menunjukkan bakat hebatnya dan mencatatkan diri sebagai pemain pertama kelahiran abad ini yang pernah tampil di Liga Serie A dan juga Liga Champions Eropa. Manajer Massimiliano Allegri sepertinya cukup yakin pada kemampuan seorang Moise Kean sehingga memberinya kesempatan bermain bersama pemain sekelas Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala di lini depan Juventus. Catatan 24 gol di 25 pertandingan bersama tim muda Juventus musim lalu sepertinya menjadi fakta yang sulit dilewatkan oleh sang manajer.

Alexandar Isak ( AIK )

Klub AIK dari Swedia merupakan salah satu klub kecil yang memiliki sosok pemain muda dengan bakat hebat pada diri seorang Alexandar Isak. Pemain berusia 17 tahun tersebut menjalani debutnya bersama tim senior pada bulan April tahun lalu saat masih berusia 16 tahun. Direktur Olahraga AIK Bjorn Wesstrom menyebut Isak sebagai pemain muda berbakat meski tidak ada jaminan bagi pemain tersebut untuk meraih sukses besar di masa mendatang. Sebuah gol ke gawang Djurgarden pada laga derby kota Stockholm membuat Isak menarik lebih banyak perhatian dan menuai pujian. Kontrol bola, kecerdikan dan kemampuan mencetak gol di berbagai posisi dengan berbagai cara membuat Alexander Isak menjadi penyerang yang istimewa meski masih berusia muda. Pihak Real Madrid dikabarkan tertarik untuk merekrut pemain 17 tahun tersebut di bursa transfer musim panas mendatang.

Naby Keita ( RB Leipzig )

Sukses RB Leipzig di ajang Bundesliga musim ini salah satunya berkat penampilan bagus seorang gelandang berusia 21 tahun dengan nama Naby Keita. Nama Keita tidak begitu populer di luar Austria saat ia meninggalkan RB Salzburh untuk bergabung dengan RB Leipzig. Bahkan setelah ia sempat mendapat gelar pemain terbaik di liga sepakbola negeri tersebut. Seorang Naby Keita mengawali karirnya di klub Horoya saat masih tinggal di Guyana; ia kemudian direkrut klub Ligue 2 Perancis Istres di tahun 2012. Beberapa klub besar Eropa dikabarkan tertarik pada dirinya saat itu berkat penampilan dinamis yang ditunjukkan di lapangan tengah. Ketangguhan fisik dan daya jelajah Naby Keita banyak dibandingkan dengan seorang N’Golo Kante; namun distribusi bola dan akurasi umpan jarak jauhnya membuat sang pemain sering dibandingkan dengan Deco. Gaya bermain Keita sangat cocok dengan permainan pressing tinggi RB Leipzig di bawah arahan Ralph Hsenhuttl di musim ini; sebuah fakta yang membuat klub yang promosi ke Bundesliga di awal musim ini mampu memberi kejutan sejak awal musim.

Ben Woodburn ( Liverpool )

Setelah kehilangan seorang Raheem Sterling yang hijrah ke Manchester City; Liverpool kini kembali memiliki pemain muda dengan bakat istimewa. Ben Woodburn yang berusia 17 tahun kini merupakan pemegang rekor pemain termuda Liverpool yang mencetak gol bersama tim senior. Sebuah gol ke gawang Leeds United di ajang EFL Cup pada bulan November 2016 lalu menjadikan Woodburn sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liverpool. Manajer Jurgen Klopp mengakui bahwa Woodburn merupakan pemain depan yang memiliki kemampuan istimewa. Pemain tersebut seharusnya masih berlatih bersama tim U16 pada musim lalu; namun berkat kemampuannya ia telah berlatih bersama tim U18. Sedangkan sejak awal musim ini; Woodburn telah berlatih bersama tim U23 dan sesekali mendapat kesempatan bermain bersama tim senior.

Malang Sarr ( Nice )

Performa bagus Nice di Ligue 1 Perancis tidak hanya disebabkan oleh produktivitas para penyerang mereka. Lini belakang Nice juga harus diakui tampil mengesankan sejak awal musim. Satu hal yang patut mendapat catatan penting adalah keberadaan seorang bek tengah berusia 17 tahun di tim utama Nice. Malang Sarr tidak hanya sekedar bagian dari tim utama Nice; namun ia telah tampil reguler di jantung pertahanan Nice dan menunjukkan performa yang konsisten. Sarr merupakan produk akademi sepakbola Nice; sebuah fakta yang patut dibanggakan olej klub tersebut. Terlahir di kota Nice; Sarr telah bergabung dengan akademi klub sepakbola Nice sejak berumur 5 tahun. Sarr juga menunjukkan keistimewaan dirinya ketika mencetak gol pada laga debut melawan Rennes di bulan Agustus lalu. Kini dengan penampilan konsisten dan kesempatan bermain secara reguler; beberapa klub besar Inggris seperti Arsenal dan Chelsea dikabarkan ingin merekrutnya di bursa transfer musim panas nanti.

Pablo Maffeo ( Manchester City; dipinjamkan ke Girona )

Keputusan Manchester City meniru pola Barcelona dalam pembinaan dan kebijakan transfer pemain muda telah menunjukkan hasil positif. Ditandai dengan kemunculan beberapa pemain muda dengan bakat istimewa. Pable Maffeo yang berumur 19 tahun merupakan salah satu pemain muda binaan akademi sepakbola Manchester City yang mulai mencuri perhatian di musim ini. Maffeo yang kini dipinjamkan ke Girona merupakan pemain yang disebut – sebut akan menggantikan posisi Pablo Zabaleta dan Bacary Sagna di posisi bek sayap. Setelah tampil mengesankan di laga perdananya saat Manchester City melawan Manchester United di ajang EFL Cup; Maffeo kini dipinjamkan selama 6 bulan ke Girona yang berlaga di divisi 2 Liga Spanyol.

Andre Dozzell ( Ipswich Town )

Seorang Andre Dozzell sukses mengulang sukses yang ditorehkan sang ayah Jason yang merupakan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Jika sang ayah mencetak gol di laga perdananya bersama tim senior Ipswich Town pada tahun 1984; Andre mencetak gol perdananya pada laga debut bersama klub yang sama saat melawan Sheffield Wednesday di usia 16 tahun 350 hari. Harapan besar meraih kesuksesan kini beradap di pundak Andre; setidaknya agar ia tidak mengalami nasib seperti sang ayah yang gagal bersinar setelah direkrut Tottenham Hotspur. Berbeda dengan sang ayah yang merupakan seorang penyerang; Andre merupakan playmaker dengan kemampuan yang alami. Umpan akurat dan visi yang istimewa membuat Andre Dozzell menjadi sosok playmaker yang istimewa; ditambah dengan kemampuan mengeksekusi bola mati yang tidak kalah istimewa. Kapten tim nasional Inggris U17 tersebut kini dikabarkan tengah menjadi incaran serius Liverpool; hanya saja kecintaan sang pemain pada klub asal Suffolk tersebut dapat menjadi faktor yang menyulitkan klub lain untuk merekrutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *